Salah satu kegiatan kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan diri siswa SMA Negeri 2 Balige Tahun Pelajaran 2009/2010 adalah kegiatan pramuka bagi siswa kelas X. Kegitan itu dinamakan co-curiculer activity (CCA) Pramuka. Kegiatan CCA pramuka tersebut telah berlangsung sejak awal tahun ajaran baru dengan rutinitas latihan dilakukan satu kali seminggu yakni setiap pada hari jumat pukul 15.00-17.00.
Salah satu kegiatan sebagai kelanjutan dan realisasi latihan yang sudah dilakukan dan sudah direncanakan dalam program tahunan CCA pramuka adalah Cross Country. Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan anak dengan lingkungan dan mempererat tali persaudaraan di antara sesama anggota pramuka.
Untuk merealisasikan program CCA Pramuka ini, pembina dengan persetujuan kepala SMA Negeri 2 Balige melaksanakan kegiatan tersebut pada tanggal 31 Januari 2010. Untuk kesuksesan kegiatan tersebut, Kepala Sekolah dan Ketua Pembina CCA Pramuka SMA Negeri 2 Balige telah memberitahukan dan meminta izin kepada orang tua melalui surat nomor 064/421.3 SMAN/Blg/ 2010 tanggal 29 Januari 2010 tentang Surat Izin Siswa Mengikuti Cross Country. Namun dalam perjalanan rombongan pramuka tersesat yang harusnya finish di sihail-hail ternyata finish di desa Aek Bolon. Berikut kami laporkan peristiwa tersebut kepada pihak terkait terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir.
B. KRONOLOGIS PERISTIWA
Route Cross Country itu direncanakan dari SMA Negeri 2 Balige – Sibodiala – BatuBasiha– Batu martindih – dan finish di Desa Sihail-Hail. Rute tersebut dipilih karena setiap tahunnya Pembina telah memandu anggota pramuka dalam kegiatan cross country melalui rute tersebut. Kegiatan tersebut dipandu oleh Bapak Evi Maulissa, SPd. Yang bertindak sebagai ketua pembina pramuka SMA negeri 2 Balige, dibantu oleh anggota pramuka senior dari kelas XI sebanyak 12 orang. Jumlah siswa atau anggota pramuka yang dipandu sebanyak 230 orang. Seyogyanya Pembina juga di dampingi oleh pembina yang lain, tetapi pembina-pembina yang lain berhalangan.
Pengalaman Pembina membawa cross country anggota pramuka melalui rute itu hampir dilakukan setiap tahun dalam kurun lima tahun belakangan. Jadi Pembina yakin dengan penguasan medan rute yang sudah ditentukan dapat melaksanakan kegiatan dan memandu anggota sesuai dengan skejul yang ada.
Setelah persiapan rampung, pada tanggal 31 Januari 2010 pukul 9.00 WIB dilaksanakan start Cross County dari kompleks SMA Negeri 2 Balige, naik ke Desa Sibodiala. Perhentian pertama rombongan di lapangan sirkuit Sibodiala. Di tempat tersebut dilaksanakan pengecekan anggota. Untuk menghormati hari Minggu, Pukul 11.30 dilaksanakan ibadah minggu bagi anggota yang beragama Kristen dan katolik. Selesai acara ibadah dilanjutkan dengan beberapa game pramuka di tempat yang sama. Pukul 12. 30 dilanjutkan dengan acara makan siang dan istirahat. Pukul 13.30 rombongan menuju tempat Batu Basiha dan batu martindi yang berada di bukit di atas desa Sihai-hail. Setelah sampai di tempat itu, rombongan istirahat beberapa waktu, lalu berencana melanjutkan perjalanan rencana menuju desa Sihail-hail menuju finish. Ternyata Tanda-tanda route yang sudah dikenali pembina selama ini tidak terlihat lagi. Jalan keluar menuju Sihai-hail yang sebelumnya cukup dikenal baik oleh pembina tidak ditemukan. Rombongan menemukan jalan buntu. Sambil mencari jalan keluar, pembina memberikan aba-aba istirahat pada anggota. Setelah istirahat rombongan melanjutkan perjalanan setelah mendapat petunjuk dari pembina.
Kira-kira pukul 16.00 WIB, rombongan menemukan pertigaan. Salah seorang siswa bernama Bintang, anak daerah Sihail-hail diminta Pembina untuk membantu mencari jalan keluar ke desa Sihail-hail. Namun, Bintang Sinambela yang sudah biasa berkunjung ke tempat tersebut juga tidak dapat membantu. Dalam situasi tak tahu arah lagi pembina memutuskan mengikuti jalan jejak kerbau. Pembina terus berusaha menuntun siswa menuju ke desa siahil-hail sambil terus menginstruksikan kepada seluruh anggota untuk tetap bersama-sama agar tidak ada yang terpisah dari rombongan.
Kira-kira Pukul 16.30 WIB, pembina menyimpulkan bahwa rombongan telah tersesat. Pembina menghubungi tema-temannya yang sudah biasa berada di tempat tersebut sambil mengumpulkan siswa untuk istirahat sambil menghitung kelengkapan anggota rombongan. Setelah mendapat petunjuk dari teman yang dihubungi melalui telepon seluler, rombongan melanjutkan perjalanan, turun ke arah kanan dan menemukan tiga perumahan penduduk. Pembina menyadari bahwa mereka sudah di desa Aek Bolon. Pembina mengambil inisiatif menghubungi teman-temanya yang memiliki bus atau kendaraan umum untuk membawa siswa pulang ke Balige.
Dalam perjalanan menuruni bukit menuju desa Aek Bolon, pada pukul 18.00 siswi Yohana Haloho histeris lalu lemas kecapaian. Setelah disadarkan dengan pertolongan pertama, perjalanan dilanjutkan, siswi tersebut dipapah mengikuti perjalanan kembali. Tak berapa lama kembali seorang siswi kelelahan. Siswi tersebut mengaku sudah lemas dan tak tahan lagi melanjutkan perjalanan. Pembina melakukan pertolongan, setelah sedikit membaik, siswi tersebut dipapah teman-temannya untuk melanjutkan perjalanan. Di samping jalan yang becek dan menurun, perjalanan menjadi lambat karena harus membantu siswa yang sudah lemas.
Pada pukul 18. 45 akhirnya rombongan paling depan sampai pada perumahan penduduk di desa Aek Bolon. Anggota yang sudah sampai terdahulu istirahat sementara yang lain masih menuju tempat tersebut. Tiba-tiba rombongan mendapat teguran (marah-marah) dari seorang ibu pemilik rumah karena kehadiran anggota pramuka dianggap ribut. Disamping fisik anggota yang sudah kelelahan, peristiwa ini membuat psikologis anggota semakin turun, akhirnya kembali beberapa siswi histeris ketakutan.
Pukul 19. 15 WIB, seluruh Rombongan tiba di perkampungan penduduk di aek bolon di pinggir jalan, Pembina melakukan istirahat sambil mengecek kelengkapan anggota setiap group. Pada saat itulah guru-guru, pengurus OSIS, beberapa orang tua, kepala desa dan masyarakat Aek Bolon sampai di tempat dan mulai memberikan pertolongan. Setelah mengecek kelengkapan, pukul 20.30, anggota mulai dievakuasi ke Balige dengan menggunakan bus yang sudah dipesan pembina, kendaraan guru, orang tua dan masyarakat. Proses evakuasi berlangsung lambat karena jalan menuju desa Aek Bolon macet karena banyaknya kendaraan orang tua yang akan menuju aek bolon, sementara jalan sempit.
Pukul 21.30 Seluruh siswa sudah dievakuasi dari Desa Aek Bolon. Beberapa anggota harus berdesak-desakan dalam bus karena jumlah kendaraan yang terbatas. Akhirnya dalam perjalanan, beberapa siswa kembali lemas dan ada yang pingsan. Lalu inisiatif orang tua dan masyarkat yang ingin membantu, siswa mendapat perawatan medis di Rumah sakit HKBP Balige. Sementara Guru-guru yang lain berbagi tugas mengantar anggota yang masih kuat menuju rumah orang tuanya yang di Balige maupun di luar Balige.
Kepala sekolah, Pembina, guru-guru yang baru tiba dari desa Aek bolon. Rumah sakit sudah dipenuhi orang tua, masyarakat dan siswa. Suasana terlihat begitu panas. Bermaksud mempertanggungjawabkan dan melihat siswa yang sedang dirawat di rumah sakit, kepala sekolah,Pembina pramuka, dan beberapa guru memasuki rumah sakit. Tak lama kemudian Rombongan Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir tiba di rumah sakit. Kepala sekolah dan pembina bergabung dengan rombongan Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan untuk bersama-sama menuju Zaal Rumah Sakit tempat siswa dirawat. Beberapa orang tua yang tidak tahan melihat kondisi anaknya demikian tidak dapat membendung emosinya dan melampiaskan kemarahannya kepada kepala sekolah Ibu Cristina Sibuea dan Pembina Pramuka, Pak Evi Maulissa. Sejenak keributan terjadi, namun bentrokan fisik dapat dihindari setelah rombongan bupati berhasil melerai kedua belah pihak. Tak berapa lama kemudian Ibu Cristina Sibuea, Kepala SMA Negeri 2 Balige, jatuh pingsan dan akhirnya mendapat perawatan pihak rumah sakit. Sementara Pembina diamankan ke tempat yang aman agar tidak menyulut amarah orang tua siswa.
Sampai pada pukul 01.00, Guru-guru SMA negeri 2 Balige masih di rumah sakit memastikan siswa yang masih membutuhkan perawatan. Siswi yang masih membutuhkan perawatan di rumah sakit sebanyak 5 orang yakni Trima W. Manurung kelas X.3 dan Yohana Sirait Kelas X.6 dirawat di Zaal A, Julianti Siahaan kelas X.5, Risnauli Sitinjak kelas X.6, dan Nopeigten Siagian kelas X.3 dirawat di Zaal E. Kelima siswi tersebut telah didampingi oleh keluarga. Diakhiri dengan doa, guru-guru SMA Negeri 2 Balige pulang dari Rumah Sakit.
C. TINDAKAN YANG TELAH DILAKUKAN
Mengingat Kepala Sekolah masih dalam kondisi sakit, pada hari Senin tanggal 01 Januari 2010, kegiatan upacara dilaksanakan di SMA Negeri 2 Balige. Selesai upacara, sesuai kesepakatan wakil kepala sekolah, dirasa perlu mengadakan rapat singkat bagi guru-guru untuk menyamakan persepsi terhadap peristiwa yang dialami SMA Negeri 2 Balige pada tanggal 31 Januari 2010.
Pada saat itu beberapa hal yang dicapai adalah :
1. Kegiatan Cross Country merupakan kegiatan sekolah yang sudah tertuang dalam program tahunan OSIS SMA Negeri 2 Balige.
2. Peristiwa yang dialami rombongan Pramuka SMA Negeri 2 murni Musibah yakni rombongan tersesat di antara Sibodiala dengan Sihail-Hail dan terlambat mengakhiri kegiatan.
3. Kegiatan Pembelajaran dan Kegiatan sekolah agar berlangsung seperti biasanya
4. Memberikan informasi secara detail diharapkan melalui satu corong, yakni tim pengembang urusan Humas, namun kepada setiap guru dan tata usaha diharapkan tidak menutup diri jika ada pertanyaan yang diajukan dengan menyampaikan informasi yang benar.
5. Siswa yang tidak hadir agar dicek keberadaannya.
D. KEADAAN SISWA TANGGAL 1 JANUARI 2010
Setelah dilakukan pengecekan pada hari Senin, tanggal 1 Pebruari 2010 ditemukan siswa kelas X yang masih sakit sebanyak 29 orang. Pengecekan dilakukan sambil memastikan keberadaan siswa tersebut. Sesuai dengan data yang ditemukan ternyata keseluruhan siswa yang berjumlah 29 orang telah diketahui keberadaanya.
E. KEADAAN SISWA KELAS X TANGGAL 2 JANUARI 2010
Pada hari ini Selasa 02 Pebruari 2010, setelah dilakukan pengecekan kembali terhadap siswa kelas X, ternyata yang tidak hadir sebanyak 5 orang, yakni Trima W. Manurung kelas X.3 dan Yohana Sirait Kelas X.6, Julianti Siahaan kelas X.5, Risnauli Sitinjak kelas X.6, dan Nopeigten Siagian kelas X.3. Kelima siswa tersebut adalah siswa isirahat di rumah dan rumah sakit HKBP Balige.
F. UCAPAN TERIMA KASIH
Dalam kesempatan ini, atas bantuan, perlindungan dan dukungannya, kami mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak Bupati Toba Samosir
2. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Toba Samosir
3. Bapak-Bapak Kabid dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Samosir
4. Kepala Desa dan Masyarakat Desa Aek Bolon.
5. Uspika Kecamatan Balige
6. Direktur dan Staf Rumah Sakit HKBP Balige
7. Orang tua siswa
8. Masyarakat Balige
9. Dan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
MUDAH-MUDAHAN SEMUA ITU MENJADI SALAH SATU PERTIMBANGAN DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN KESISWAAN PADA WAKTU BERIKUTNYA